SMK N 1 Magelang
Sekolah Menengah Kejuruan
SMK N 1 MAGELANG

Jl. Cawang No:2 Jurangombo, Magelang Selatan, Kota Magelang
Telp. (0293) 365543-362172 Kode Pos. 56123

CS : 0293-365543
Welcome to Offical Website SMK N 1 Magelang
SMK N 1 Magelang
Pendidikan Karakter
Administrator Kamis, 12 Oktober 2017 Dibaca 34 kali Berita

Media dinilai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter para siswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, media massa bisa menjadi sumber belajar para siswa, baik itu konten, sarana, hingga pelaku media dalam proses pembentukan karakter.

Oleh karena itu Kemendikbud memiliki program Wartawan Masuk Sekolah. ”Kita ingin media mainstream itu beredar di sekolah dalam rangka literasi dan penguatan karakter,” katanya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini mengatakan, pelaku media memiliki tanggung jawab untuk memberikan arahan tentang bagaimana dan untuk apa media bagi para siswa. Namun jika dikaitkan dengan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), katanya, bukan untuk mengarahkan penguasaan anak pada pemakaian teknologinya. Melainkan harus ada pembelajaran mengenai mendidik mereka menggunakan teknologi yang tepat sesuai dengan tujuan pendidikan.

Muhadjir menjelaskan, PPK merupakan salah satu fokus pemerintah saat ini. Pada level sekolah dasar, pendidikan karakter dan budi pekerti mendapat porsi 70% dan pengetahuan 30%.

Pendidikan karakter ini memang telah menjadi perhatian dunia. Ini karena dunia menyadari bahwa selama ini pendidikan tidak memberi perhatian pada pendidikan karakter dan hanya mengejar ketertinggalan pendidikan semata.

Mendikbud menegaskan, melalui program PPK pemerintah berupaya mengubah pola pikir yang keliru selama ini tentang pendidikan terlebih lagi pendidikan dasar. Ke depan, tugas berat guru adalah memberikan perhatian yang seutuhnya kepada siswanya. Guru sebagai pendidik harus mampu memberikan keteladanan, memberikan inspirasi, dan memotivasi siswanya.

Sekolah dalam upaya menumbuhkan karakter siswa perlu membuka diri dengan lingkungan sekitarnya dan menjadikannya sumber belajar bagi siswa. Sumber belajar tidak harus selalu dari buku, guru, dan laboratorium sekolah saja tetapi lingkungan sekitar sekolah seperti pasar, taman budaya, sanggar seni, tempat ibadah, dan lainnya.

Termasuk sumber daya manusia di lingkungan sekitar seperti tokoh agama, pegiat seni, dokter, bidan, pemadam kebakaran, dan lainnya. “Itu semua yang ada di lingkungan sekolah harus dioptimalkan menjadi sumber belajar bagi siswa,” jelasnya.

Tag Data :

Berita Terkait Lainnya RSS Feed Posts
Study Banding MKKS SMK KOTA SUKABUMI Jawa Barat
Study Banding MKKS SMK KOTA SUKABUMI Jawa Barat

Study Banding MKKS SMK KOTA SUKABUMI Jawa Barat Jumat,22 September 2017 SMK N 1  Magelang menerima kunjungan Study Banding dari MKKS SMK Kota Sukabumi untuk menjalin silaturakhim, menambah wawasan d

Cuaca ekstrim
Cuaca ekstrim

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada 3 hingga 5 Oktober 2016. Peringatan dini diberikan karena terdapat tekanan rendah di Samudera Hin

UE sediakan 1.600 beasiswa untuk masyarakat Indonesia
UE sediakan 1.600 beasiswa untuk masyarakat Indonesia

  Jakarta - Uni Eropa (UE) menyediakan 1.600 beasiswa untuk masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan sekolah pada jenjang S2 dan S3 di Eropa. &doublequote;UE dan negara anggotanya menyelenggara

PENGUMUMAN :

Pengumuman Rekrutmen Umum PT PLN (Persero) Tingkat SMA/SMK Tahap II Tahun 2016 Lokasi : Yogyakarta Penempatan : Kalimantan Timur, Utara dan Selatan, Jawa Tengah dan D.I. Yo

Info Selengkapnya